Intan's Weblog

Contoh Business Plan “Green Warnet”

Posted on: January 20, 2009


1. RINGKASAN EKSEKUTIF

“Green Warnet” merupakan warnet (warung internet) yang di desain ramah lingkungan dengan konsep go green yang mengacu kepada isu global warming yang semakin mengkhawatirkan.

“Green Warnet” didirikan atas kerjasama beberapa pihak yang memiliki kesamaan tujuan. Dalam konsep bisnis ”Green Warnet”, warnet harus menjadi tempat multiguna bagi orang yang ingin merasakan nikmatnya menjelajahi dunia maya dan menjajal teknologi digital terbaru. Jadi, selain surfing, browsing, e-mail, dan chatting, diwarnet ini orang juga bisa melakukan cetak foto digital secara langsung, entah itu dari kamera digital atau ponsel. Selain  layanan  warnet  yang komplet, yang membuat ”Green warnet” berbeda, dia juga menawarkan suasana yang cozy, khas kafe-kafe. Suasana berbeda langsung mencuat begitu kita melewati pintu masuknya. Tak ada stasiun-stasiun yang dibatasi partisi sempit dan sumpek yang menjadi suasana khas warnet biasa. Semua peralatan digital di situ ditata apik, dipadu interior yang gaya, menghadirkan suasana santai dan kesan luas.

”Green Warnet” memiliki 32 PC, penataan dengan model sekat, sehingga untuk setiap pengguna bisa berinternet ria dengan nyaman, tak terganggu dengan yang lain. Untuk prospek pengembangan usaha diadakan pelatihan edukasi gratis seputar dunia IT (Information Technology), sebulan sekali.

Sumber dana ”Green Warnet” berasal dari bisnis owner dan beberapa pihak yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama dengan si bisnis owner. Dengan adanya tarif akses data dari penyelenggaraan jaringan dan jasa Internet yang lebih rendah; meningkatnya kebutuhan akses bagi kalangan yang tidak memiliki sarana akses Internet di rumah, kantor, atau sekolah serta dukungan regulasi yang lebih kondusif memungkinkan usaha warnet mengalami pertumbuhan yang baik dan memiliki prospek yang bagus ke depannya.

2. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN

2.1 DATA PERUSAHAAN

1. Nama Perusahaan

Green Warnet

2. Bidang Usaha

Warung Internet

3. Jenis Produk / Jasa

Jasa Akses Internet

4. Alamat Perusahaan

Jl. Puspiptek Raya No. 99

5. Nomor Telepon

021 26730306

6. Nomor Fax

021 7495566

7. Alamat E-mail

Green_warnet@gmail.com

8. Situs Web

http://www.greenwarnet.com

2.2 BIODATA PEMILIK / PENGURUS

1. Nama

Intan

2. Jabatan

Bisnis Owner

3. Tempat dan Tanggal Lahir

German, 01 Oktober 1987

4. Alamat Rumah

Jl. Puspiptek Raya

5. Nomor Telepon

08561122334

6. Nomor Fax

021 7492233

7. Alamat E-mail

intanthabrani@gmail.com

8. Pendidikan Terakhir

S1 Electrical Engineering

3. DESKRIPSI USAHA

3.1.Konsep Usaha

Meskipun teknologi berkembang dengan cepat, pemenuhan akan akses Internet yang murah dan cepat saat ini hanya bisa diberikan oleh warnet. Beberapa teknologi akses Internet yang sekarang diberitakan berbiaya murah pun, jika diperhatikan, ternyata tetap mahal. Harga perangkat komputer, baik perangkat keras maupun lunak, masih tidak terjangkau oleh sebagian besar masyarakat kita sehingga kebutuhan akan warnet akan selalu ada.

Semakin maraknya penggunaan Internet membuat para pebisnis atau investor melirik peluang ini sebagai usaha yang menjanjikan. Tak hanya konsultan atau pebisnis spesialis, pengusaha tanggung yang hanya memiliki modal pas-pasan pun dapat membangun bisnis ini dengan segenap usaha penekanan terhadap biaya.

Seperti yang kita ketahui bahwa investasi awal pada proyek yang berhubungan dengan IT (Information Technology) adalah investasi yang sangat besar. Investasi awal yang ditanam pada pembangunan warnet ini meliputi pembuatan jaringan serta instalasi perangkat keras dan perangkat lunak. Tidak ketinggalan izin usaha yang merupakan poin penting.

Persiapan awal

Bukan hanya dana yang diperlukan pada pembangunan warnet, rencana yang matang dan tidak setengah-setengah perlu dipersiapkan dengan baik pula. Biasanya, persiapan membangun warnet kurang lebih 3 bulan, mulai dari pencarian tempat, pencarian SDM yang andal, pembelian alat-alat dan perlengkapannya, pengurusan jasa provider untuk koneksi Internet, juga pengurusan badan hukumnya.

Menggunakan jasa konsultan untuk membangun dan mengelola warnet sah saja dilakukan sepanjang modal yang dimiliki mencakup untuk itu. Biasanya jasa konsultan perlu digunakan selama tahun pertama operasional. Lebih dari 1 tahun, pengusaha dapat lebih mandiri dalam pengelolaannya.

Tempat (Sewa/Beli): merupakan biaya yang dikeluarkan selama warnet berjalan meskipun renovasi seperti pengecetan ulang, pembersihan ruangan, dan menaikkan daya listrik (bila diperlukan). Server : Diusahakan memiliki spesifikasi yang lebih baik dari client. Server dapat digabung dengan komputer kasir. Untuk client, dapat digunakan komputer-komputer bekas dengan catatan, diperiksa dahulu secara keseluruhan.

Perangkat Jaringan: Hub/Switch yang menghubungkan antarclient, jumlah portnya dapat disesuaikan dengan jumlah client. Modem digunakan bila koneksi dilakukan melalui saluran telepon atau ADSL. Access Point dan antena akan diperlukan jika koneksi Internetnya menggunakan wireless. Panjang kabel UTP dan jumlah RJ45 disesuaikan dengan hasil pengukuran dari setiap client ke hub/ switch dan perhitungan jumlah client. Untuk penyatuan kabel dan RJ45, digunakan crimpping tool dan bila perlu, gunakan LAN tester untuk mengetahui penyatuan kabel yang dilakukan berhasil atau tidak.

Furniture yang diperlukan meliputi meja-kursi kasir (bisa sekaligus merangkap admin) dan meja-kursi client. Fasilitas tambahan dapat diperhitungkan, seperti printer, scanner, minuman atau makanan ringan.

Untuk anggaran belanja dibuat dengan serinci-rincinya agar tidak ada hal-hal yang terlewatkan. Membuat laporan keuangan tentang pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya dilakukan secara benar dan teliti.

Kabel atau wireless ?

Kepraktisan bisa jadi bahan pertimbangan untuk koneksi Internet di warnet. Penggunaan wireless saat ini mendominasi sebagian besar koneksi ke warnet. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu dan semakin meluas sejak penggunaan frekuensi 2,4 Ghz dibebaskan dari biaya lisensi. Meskipun demikian, penggunaan frekuensi radio ini ada batasan-batasan teknis. Namun dalam beberapa tahun ke depan, bisa dipastikan penggunaan wireless Internet link akan tetap menjadi primadona kecuali terjadi perubahan biaya akses via kabel/fiber optic yang signifikan. Sebab walau bagaimanapun, mutu akses melalui kabel atau fiber optic lebih bagus dibanding melalui jalur wireless. Secara teknis, ini menunjukkan kemampuan orang Indonesia dalam memanfaatkan teknologi yang ada untuk memenuhi kebutuhan akan akses Internet yang murah dan cepat.

Apapun pilihan untuk koneksi Internet, jangan lupakan untuk memperhitungkan bandwith (kecepatan), biaya pengadaan, biaya koneksi dan layanan technical support yang disediakan provider agar masalah cepat teratasi begitu ada masalah.

Game center & e-Learning

Pengadaan game center untuk game jaringan bisa menjadikan tambahan pemasukan selain warnet yang berfungsi untuk browsing, e-mail, dan chatting. Selain tidak memerlukan pengeluaran biaya untuk akses Internet, game jaringan mempunyai peminat yang tidak sedikit dan biasanya, pemain pesertanya adalah kelipatan empat atau delapan.

Model game center lainnya adalah yang mengakomodir game yang memerlukan akses Internet, seperti yang sangat terkenal adalah Ragnarok (biasa disingkat RO), dan biasanya ditempatkan terpisah dengan ruangan warnet. Bisa juga menjual voucher game ini untuk pemasukan tambahan.

“Green Warnet” memiliki dana lebih dan bekerjasama dengan orang-orang yang peduli serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap dampak keseimbangan sosial, “Green Warnet” dapat mendidik dan mencerdaskan masyarakat sekitar warnet. Caranya antara lain dengan menyediakan e-Learning dan pelatihan cuma-cuma yang menghasilkan konsep pencerdasan serta menyeimbangkan antara hiburan (game center, chatting), informasi (surfing, e-mail) dan edukasi. Website http://warungilmu.cjb .net adalah salah satu contoh konsep pencerdasan yang dapat diterapkan sebagai bentuk kepedulian pembelajaran di bidang IT.

Billing

Tarif merupakan bagian terpenting dalam billing. Kecanggihan suatu billing ditentukan oleh bagaimana kelengkapan fasilitas serta kemudahan proses konfigurasi dan penggunaannya, baik oleh kasir maupun pengguna warnet. Tarif juga merupakan salah satu strategi marketing.

Keuntungan pemakaian program billing adalah memudahkan dalam melakukan perhitungan keuangan, pencatatan waktu lebih akurat, dan pengawasan. Dengan begitu dapat mengurangi kecurigaan terhadap kasir, dan menjalin hubungan kemitraan dengan penyedia jasa program ini.

“Green Warnet” menggunakan software legal dengan mengikuti aturan dan harga yang tinggi.

a. Visi

Menjadi warnet yang multifungsi dan ikut berperan mencerdaskan anak bangsa.

Menjadi warnet yang ramah lingkungan.

b. Misi

Menghasilkan konsumen yang berwawasan luas dengan adanya pelatihan gratis yang bermutu tinggi.

c. Tujuan

Membangun sumber daya manusia Indonesia melalui akses internet cepat dengan fasilitas lengkap dan beredukasi.

d. Nilai

CERDAS (Cepat, Efektif dan Efisien, Ramah, Disiplin, Akuntabel dan Simpatik).

Turut Mencerdaskan anak bangsa dengan akses internet cepat.

4. ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN

4.1 PRODUK YANG DIHASILKAN

Produk berupa jasa akses internet dikemas secara user friendly, dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera dengan spesialisasi kebutuhan pasar, dan bertujuan membangun sumber daya manusia Indonesia melalui akses internet cepat dengan fasilitas lengkap dan beredukasi.

4.2. GAMBARAN PASAR

Beberapa warnet telah mempertimbangkan untuk beralih ke OS open source seperti Linux dan FreeBSD. Tapi, kendala yang dihadapi cukup beralasan untuk masih menunda penggunaan OS open source tersebut. Alasan-alasan tersebut antara lain belum terbiasanya user/ pelanggan dalam menggunakannya walau sebenarnya kompatibilitas dan keandalannya dapat dibilang cukup user friendly. Ada juga yang beralasan, komunitas open source adalah komunitas yang eksklusif, dan pelit untuk berbagi ilmu ke masyarakat pengguna komputer. Namun, ada jalan supaya OS open source menjadi familiar yaitu dengan semakin seringnya membiasakan masyarakat menggunakan OS open source.

Ini seperti istilah ‘apa yang lebih dulu, telur atau ayam?’ Apakah menunggu OS open source menjadi familiar buat orang banyak atau kita yang mem-familiarkan OS open source? Beberapa warnet diketahui telah berani mengambil langkah untuk migrasi ke penggunaan OS open source. Ada beberapa warnet yang sukses, namun ada juga sebagian dari mereka yang akhirnya tutup atau berbalik menggunakan Windows keluaran Microsoft. Namun, untuk menggunakan software legalpun dibutuhkan kocek besar dan kantong tebal. Tidak hanya membeli sistem operasinya saja, seperti Window XP Professional yang dijual seharga US$ 295, namun software-software pendukung Internet lainnyapun harus dibeli dengan harga yang cukup tinggi pula

4.3 ANALISIS PESAING

PESAING

KEUNGGULAN

KELEMAHAN

The Patch Warnet

1. Merupakan nasional brand

2. Memiliki citra merk yang bagus pada konsumen

3. Untuk segmen kelas menengah atas

1. Layanan yang kurang ramah

Fast Warnet

1. Memiliki beberapa cabang

2. Akses cepat

1. Ruangan tak bersekat, privacy kurang

4.4 SEGMEN PASAR YANG DITUJU

Berdasarkan wilayah geografis, segmen pasar yang dituju adalah anak-anak sekolah, mahasiswa, pegawai, dan masyarakat umum yang berada di sekitar ”Green Warnet” pusat maupun ”Green Warnet” cabang yang tersebar di Jabodetabek.

4.5 STRATEGI PEMASARAN

<!–[if supportFields]> MACROBUTTON Space_OK o<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–> STRATEGI PEMASARAN

Ø Penataan ruangan yang artistik, efektif dan efisien.

Ø Membina hubungan yang baik dengan pelanggan menggunakan member card.

Ø Penambahan fasilitas dengan pelatihan edukasi gratis yang diadakan satu bulan sekali.

Ø Optimalisasi keunggulan dengan konsep ”go green” yang tampil beda.

<!–[if supportFields]> MACROBUTTON Space_OK o<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–> PENGEMBANGAN WILAYAH PEMASARAN

Ø Wilayah pemasaran akan diawali dari Jabodetabek.

Ø Pemasaran dikembangkan melalui jaringan asosiasi warnet.

<!–[if supportFields]> MACROBUTTON Space_OK o<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–> STRATEGI PENETAPAN HARGA

Tarif billing warnet di hitung per Kbps akses data yang dilakukan si pelanggan.

4.6 SALURAN DISTRIBUSI

KEGIATAN PEMASARAN DAN PROMOSI YANG AKAN DILAKUKAN

<!–[if supportFields]> MACROBUTTON Space_OK o<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–> ADVERTISING / IKLAN

Iklan/promosi dilakukan di media-media cetak dan non cetak.

Bentuk-bentuk iklan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti semua kalangan.

5. ANALISIS OPERASI

Tahap Perencanaan:

1. Hitung bisnis plan dengan baik, komponen penting yang harus diperhatikan adalah:

  • Investasi yang terdiri dari beberapa komponen utama seperti komputer, peralatan LAN, printer, perangkat lunak, meja kursi dan biaya marketing. Sebagai gambaran perkiraan umum jumlah komputer akan menjadi biaya utama investasi.
  • Biaya operasi bulanan yang meliputi gaji operator, office boy, satpam, akses internet, biaya telepon, listrik, air.
  • Pemasukan yang berupa iuran bulanan bagi akses e-mail dan / atau akses Web.

2. Survey ke lapangan untuk melihat potensi pasar – beberapa patokan sederhana yang perlu diperhatikan adalah:

  • Populasi orang muda yang berada di sekitar wilayah warnet (paling mudah jika berada di dekat kampus / sekolah).
  • Kemampuan finansial orang-orang muda tersebut (minimal sekali mereka sebaiknya mampu mengeluarkan uang Rp. 10-20.000 / bulan untuk akses Internet).

Kuasai teknologi Internet & WARNET.

  • Lakukan survey kondisi jaringan telepon tempat WARNET tersebut, jangan sampai kecepatan data yang akan diperoleh sangat rendah. Sebaiknya diusahakan agar kecepatan dapat mencapai 56Kbps di siang hari.

Tahap Instalasi:

Setelah yakin kita menguasai teknologi WARNET, jaminan pasar cukup baik dan secara bisnis memungkinkan maka langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi dan kegiatan pemasaran. Pada saat kegiatan instalasi ini waktu yang dibutuhkan relatif singkat mungkin hanya sekitar 1-2 minggu-an saja jika ruangan & telepon telah tersedia. Sisanya hanya melakukan instalasi komputer dan LAN yang dibutuhkan.

Hal yang paling sulit adalah mendidik operator / penjaga warnet, karena dibutuhkan kemampuan komputer dan juga nantinya menjadi semacam customer care bagi pelanggan warnet yang belum tentu semuanya mengenal Intenet bahkan tidak mustahil sebagian besar belum mengenal Internet. Oleh karena itu pada tahapan perencanaan orang / calon operator warnet tersebut di didik dulu masalah Internet sebelum di terjunkan sebagai operator warnet.

Tahap operasi:

Pada tahapan ini secara teknologi WARNET telah beroperasi dengan lancar, adapun yang perlu dikembangkan lebih lanjut pada saat operasi WARNET adalah:

  • Marketing / penetrasi pasar. Baik itu melalui leaflet yang relatif sederhana. Maupun menggunakan metoda-metoda marketing yang lebih kompleks, misalnya mengadakan acara-acara diskusi Internet di warga sekitar, talkshow melalui radio dan lain-lain.
  • Sering kali yang menjadi masalah adalah ketidak tahuan calon pengguna akan keuntungan yang diperoleh melalui internet – misalnya untuk usaha kecil & menengah, untuk entertainment, dll. Usahakan untuk memberikan wadah bagi pengguna agar menjadi jelas keuntungan yang akan diperoleh dari Internet.
  • Yang mungkin akan menarik juga adalah dengan menggabungkan dengan kursus-kursus penggunanan Internet.
  • Membangun masyarakat melalui forum-forum diskusi misalnya melalui mailing list di Internet. Ada cukup banyak saat ini mailing list di Internet & juga dijelaskan dalam buku saya “Teknologi Warung Internet”.

6. RENCANA PENGEMBANGAN USAHA

<!–[if supportFields]> MACROBUTTON Space_OK o<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–> STRATEGI PEMASARAN

Ø Iklan/promosi dilakukan di media-media cetak dan non cetak.

Ø Bentuk-bentuk iklan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti semua kalangan.

Ø Penataan ruangan yang artistik, efektif dan efisien.

Ø Membina hubungan yang baik dengan pelanggan menggunakan member card.

Ø Penambahan fasilitas dengan edukasi gratis yang diadakan satu bulan sekali.

Ø Optimalisasi keunggulan dengan konsep ”go green” yang tampil beda.

<!–[if supportFields]> MACROBUTTON Space_OK o<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–> STRATEGI MERK

Dalam rangka menanamkan brand image warnet yang ramah lingkungan, ”Green Warnet” memberikan member card kepada setiap pelanggan, yang telah berkunjung lebih dari tiga kali. Member card tersebut terbuat dari kertas daur ulang yang dimodifikasi.

7. ANALISIS KEUANGAN


8. ANALISIS DAMPAK DAN RESIKO USAHA

8.1 DAMPAK TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR

<!–[if supportFields]> MACROBUTTON NOMACRO - [Dampak pemasaran terhadap masyarakat]<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Masyarakat menjadi tahu bahwa ada warnet yang ramah lingkungan.

<!–[if supportFields]> MACROBUTTON NOMACRO - [Dampak produksi dan teknologi terhadap masyarakat]<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Masyarakat menjadi bertambah wawasannya dengan adanya pelatihan edukasi gratis.

8.2 DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN

<!–[if supportFields]> MACROBUTTON NOMACRO - [Dampak produksi dan teknologi terhadap lingkungan]<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Lingkungan dapat terselamatkan dari akibat global warming, karena “Green Warnet” memiliki ruang lingkup taman yang ditanami tanaman penetralisir kebocoran ozon, tanaman dibudidayakan secara professional di sekitar “Green Warnet” oleh pakar biologi yang juga turut mendukung keberadaan “Green Warnet”.

8.3 ANTISIPASI RESIKO USAHA

Kegiatan yang meminimalkan resiko usaha warnet, yang perlu diperhatikan diantaranya:

1. Kecepatan, jangan sampai konsumen terlalu lama dalam membuka situs, sangat cepat lebih baik, karena biasanya konsumen terburu atau ingin cepat mengerjakan beberapa PR yang telah disiapkan.

2. Fasilitas, fasilitas ini penting karena menunjang betahnya konsumen berlama-lama bermain internet. Seperti minuman, makanan, ruangan ber-AC, headset dan camera, makin lengkap makin baik.

3. Area komputer tertutup, Bila tidak tertutup konsumen tidak begitu privasi dalam bermain. Alih-alih menghindari konsumen membuka situs porno, sehingga dibuatlah area bermain internetnya yang terbuka. Untuk area tertutup sangat disarankan untuk membuat tulisan pelarangan melihat situs porno. Memberi kebebasan pada konsumen akan meningkatkan omset.

4. Bonus, berikan bonus untuk konsumen setiap pemakaian yang lama, misalnya setiap 2 jam bonus 1 jam dst.

5. Musik, sediakan lagu-lagu yang lengkap agar konsumen bisa enjoy otaknya dengan lagu-lagu kesukaannya. Berarti harus menyediakan lagu-lagu yang lengkap dari berbagai aliran musik. Dijamin laris manis, konsumen bebas memilih lagu dan mendengarkan via head setnya.

6. Film, jarang ada warnet yang menyediakan film-film terbaru, jadi begitu konsumen mulai jenuh ia bisa melihat film untuk jeda sebentar.

About these ads

1 Response to "Contoh Business Plan “Green Warnet”"

nice post gann..
bisa menambah inspirasi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: